Saturday, February 4, 2017

Prinsip

Kadang hidup itu lucu.

Hidup aing selama ini punya banyak banget prinsip. Banyak yang selalu aing turutin, beberapa terpaksa aing langgar sendiri, beberapa aing update karena dirasa udah ga berlaku lagi, beberapa selalu terbukti benar setelah dihadapi puluhan pembuktian. Salah satunya, tipe prinsip aing yang selalu bener, yaitu tentang kebahagiaan x kesedihan.

Dari dulu, aing selalu percaya kalo hidup ini semuanya seimbang. Allah SWT gabakal ngasih sesuatu yang ga adil ke umatnya, dan aing selalu percaya itu. Semua orang hidup pada tempatnya. Semua orang jalanin hidupnya sesuai rencana Allah, dan sesuai usaha mereka sendiri--tergantung seberapa besar usaha mereka untuk berubah. Semua orang punya "poin" tersendiri ketika mereka lahir, dan jumlah "poin" semua umat-Nya selalu sama. Ga kurang, ga lebih. Sifat, perilaku, kebiasaan, dan pola pikir mereka diatur oleh poin-poin ini. Ketika kalian semua liat orang yang sukses, pintar, pekerja keras, dan bahkan good-looking, maka mereka dilahirkan (atau dilatih sampai) dengan poin-poin yang besar pada aspek-aspek tersebut. Tapi ingat, jumlah poin itu terbatas. Dengan berlebihnya poin-poin mereka di aspek tersebut, mau ga mau bakal ada aspek dimana poin tersebut kurang, atau bahkan gaada sama sekali. Misalnya dengan kasus orang sukses tadi, mungkin dia ternyata ga pernah ibadah, atau dia ga pernah ngabarin orangtuanya, atau dia punya tendensi untuk menyakiti pasangan, atau dia ketergantungan dengan narkoba, atau yang lain.
Sebaliknya pun sama. Orang yang kita lihat pemalas, susah berkomunikasi dengan orang sekitar, atau bahkan kriminal terkeji sekalipun pasti punya aspek dimana poin tersebut tinggi. Mungkin, siapa tau, para pembunuh di sel penjara di lapas sana ternyata punya bakat besar jadi pelukis, atau penyair. Mungkin, siapa tau, pemulung di sekitar kita yang datang setiap malam mengais-ngais sisa plastik bungkus makanan di tempat sampah itu ternyata seseorang yang bijak, yang sadar bahwa tanpa pekerjaannya demi memisahkan sampah-sampah anorganik dengan organik, kampung itu akan mengalami masalah sampah yang besar, walaupun dia sebenarnya masih bisa bekerja sebagai penjaja makanan keliling. Mungkin dia sebijak itu, atau mungkin dia sebenarnya punya bakat jadi pelari, yang kalo diajari betul oleh pelatih, bakal bisa mejuarai pekan olahraga tingkat nasional.
Semua itu emang absurd, tapi itu selalu aku percaya. Seindah-indahnya, sesempurnanya apapun manusia, pasti ada kesalahan diantaranya dan pasti punya kelemahan. Begitu juga sebaliknya, sehina apapun orang itu, pasti dia selalu punya sesuatu yang sebenarnya sangat berguna bagi hidup manusia.

Dan dengan asas keseimbangan itu, aing punya prinsip yang diturunkan langsung dari prinsip itu. Prinsip ini mengatakan bahwa selalu ada kebahagiaan besar setelah kesedihan yang besar juga. Sebaliknya pun berlaku.
Hari ini, 4 Februari 2017, aing sangat berharap banget bakal jadi hari dimana aing bisa sangat berbahagia, karena aing ngerasain beberapa hari kemarin sangatlah fucked up buat aing. Dan aing sangat hampir merasakan kebahagiaan sementara yang sempurna itu, ketika Danilla on stage di venue Darani Maneka yang aing datangi siang tadi.
Lalu aing ketemu seseorang, yang dulu benerbener jadi kebahagiaan aing, muncul bareng pacarnya. Setelah hampir dua tahun ga ngobrol karena dia udah mulai punya pacar dan merasa udah ga butuh bantuan aing lagi.
Lalu aing gagal ketemu seseorang, yang aing harepin bisa bantu aing bahagia. Yang aing harepin bisa bantu aing geser posisi hidup aing dari asalnya reckless, goblok, dan berkelok-kelok jadi lebih teratur dan lebih baik. Dan mungkin garagara dia udah mulai tau kalo niat aing mungkin lebih dari teman, dan mungkin dia belum (atau emang ga pernah) siap untuk bantu aing.

Ternyata, saat ini prinsip aing yang satu itu terbukti salah. Atau seengganya, belum kerasa aja.
Semoga prinsip aing emang bener, dan suatu saat dalam waktu dekat aing bisa sangat berbahagia lagi. Bahagia kayak denger musiknya Danilla, Barasuara dan Naif tadi pas on stage. Bahagia aing murah, tapi aing anggap itu salahsatu poin plus aing.
Semoga.